Kesurupan adalah salah satu kasus gangguan mahluk Jin terhadap manusia. Allah telah menjadikan bumi ini dihuni oleh berbagai mahluk hidup termasuk diantaranya golongan Jin. Dalam kehidupan sehari hari interaksi antara Jin dan manusia tidak bisa dihindari. Dalam Al Qur’an Allah mengingatkan agar kita waspada terhadap golongan Jin ini, karena mereka bisa melihat kita dari tempat yang kita tidak bisa melihat mereka. Rasulullah juga mengingatkan bahwa Jin bisa keluar masuk tubuh manusia melalui jalan darah.
Jin juga seperti manusia terdiri atas berbagai bangsa, suku, golongan dan kelompok. Ada yang baik ada pula yang buruk, ada yang saleh , beriman, bertakwa adapula yang kafir , munafik dan berperilaku buruk. Jin yang saleh dan baik biasanya tidak suka usil mengganggu manusia, namun Jin kafir dan berperilaku buruk sering mengganggu kehidupan manusia.
Siapa penderitanya?
Penderita penyakit kesurupan umumnya adalah mereka yang secara fisik memiliki kelemahan atau kelainan dalam system urat sarafnya, baik karena bakat bawaan atau sedang terkena penyakit demam yang tinggi, secara non fisik/mental/kejiwaan sedang menderita stress, depresi, tekanan batin, kesedihan yang luar biasa dan sejenisnya. Mereka itu bisa berasal dari segala umur, segala jenis kelamin, segala jenis profesi, segala jenis agama, segala jenis suku bangsa, segala jenis tingkat pendidikan, segala jenis tingkat kesejahteraan hidup.
Siapa penyebabnya ?
Pihak penyebab penyakit ini adalah bukan dari jenis virus dan bakteri yang bisa dideteksi oleh alat teknologi kedokteran modern. Penyebabnya adalah sejenis golongan mahluk yang dalam Al Quran sebagai Jin yang Kafir/jahat, yang disebut ”Setan”.
Jin bisa masuk dan melakukan interfensi terhadap kehidupan manusia oleh beberapa sebab antara lain:
- Pengaruh keturunan.
Dimasa lalu mungkin ayah, nenek atau uyut yang bersangkutan pernah bersahabat atau memelihara teman dari golongan Jin. Karena umumnya Jin usianya jauh lebih panjang dari manusia bisa mencapai ratusan tahun, diantara Jin tersebut ada yang masih ingin melanjutkan persahabatannya dengan keturunan orang tersebut. Jin tersebut berusaha memperkenalkan diri pada anak cucu orang yang pernah menjadi sahabatnya. Bagi keluarga yang tidak siap hal ini kadang kala dirasakan sebagai gangguan. Gejalanya terlihat pada anak anak yang kadang kala sering terlihat bermain atau bercakap cakap dengan seseorang yang ujudnya tidak terlihat. - Pengaruh benda pusaka.
Diantara Jin ada yang mendiami benda pusaka seperti keris, bantu cincin, gelang, atau azimat. Seseorang yang mendapat titipan atau menyimpan benda pusaka tersebut baik disengaja atau tidak disengaja, akan selalu diikuti oleh Jin penunggu benda pusaka tersebut. Jin tersebut akan memberi pengaruh pada perilaku orang yang menyimpan benda pusaka itu. Pengaruhnya bisa positip bisa juga negatip tergantung watak Jin yang menghuni benda pusaka tersebut. Jin yang menghuni pusaka itu bisa saja menjadi pengganggu bagi orang yang menyimpan pusaka tersebut jika ia merasa tidak puas dengan perawatan atau cara penyimpanan pusaka dari orang yang bersangkutan. - Tanpa sengaja menggangu kediaman Jin.
Umumnya Jin mendiami tempat yang jarang bahkan tidak dihuni oleh manusia, seperti Gurun pasir, lautan, sungai sungai, gua-gua, Rimba belantara, Rumah atau bangunan kosong dan lain sebagainya. Dalam perjalanan didaerah yang tidak berpenghuni tersebut adakalanya manusia memasuki kawasan yang didiami Jin dan melakukan tindakan atau perbuatan yang tidak menyenangkan kelompok Jin tersebut. Misalnya buang air kecil, memotong atau menebang pohon yang dihuni kelompok Jin, berteriak atau berlaku tidak sopan ditengah rimba dan lain sebagainya. Jin yang merasa tidak senang dengan perbuatan orang tersebut akan berusaha menyerang bahkan merasuk kedalam tubuh orang tersebut. - Diminta datang dan hadir oleh yang bersangkutan.
Jin bisa hadir dan merasuk kedalam jasad seseorang atas permintaan yang bersangkutan. Dengan membaca mantra , atau memanggil nama Jin yang bersangkutan Jin akan datang pada orang tersebut. Jin bisa juga hadir atas permintaan yang tidak disadari. Misalnya seseorang meminta pertolongan , atau bantuan pada penjaga lembah, Gunung, Pohon , arwah leluhur, atau benda tertentu , seruan dan panggilan tersebut akan mengundang kedatangan Jin padanya. Adakalanya Jin tersebut masuk kedalam tubuh orang yang bersangkutan. Kasus ini bisa kita lihat pada permainan kuda kepang. - Didatangkan atau dihadirkan oleh pawang atau orang yang ahli.
Jin bisa juga dihadirkan merasuk kedalam tubuh seseorang atas perintah dan permintaan dari pawang yang menguasai Jin. Orang yang jiwanya lemah dan labil bisa dimasuki oleh Jin yang disuruh oleh orang lain dengan mudah. Namun orang yang mempunyai kepribadian kuat dan biasa melakukan dzikir serta taat beribadah pada Allah,sangat sulit bahkan tidak bisa dimasuki oleh Jin yang disuruh oleh orang lain tersebut. Jin yang datang atas permintaan pawang ini biasanya mempunyai misi khusus, misalnya untuk membuat kekacauan, menimbulkan rasa sakit (santet, teluh) atau sebaliknya ditugaskan untuk melindungi atau menyembuhkan penyakit orang yang bersangkutan.
Ciri utama adalah biasanya sipenderita tiba-tiba jatuh pingsan, tidak sadar diri,v lalu melakukan perbuatan yang tidak wajar seperti teriak-teriak dan menjerit atau berbicara yang tak jelas, meminta sesuatu, atau marah-marah yang tak jelas, matanya bisa sambil tetap tertutup, tapi bisa juga terbelalak melotot menakutkan, bisa juga sambil menangis menjerit-jerit kesakitan, menangis meraung raung, atau menggeram seperti suara harimau, atau bicara seperti nenek- nenek atau kakek-kakek, atau seperti anak kecil, atau seperti perempuan nakal yang merayu-rayu, ada banyak sekali modusnya, tak terhitung, yang jelas bukan suara asli si penderita.
Ciri-ciri Remaja Yang Berpotensi Mengalami Kesurupan
Ada remaja yang rentan mengalami kesurupan, ada yang tidak, baik itu kesurupan massal atau personal. Sebab dan gejalanya cukup jelas dan masuk akal. Menurut pengalaman beberapa remaja, kesurupan itu tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang mendahuluinya, seperti yang dituturkan dalam kisah-kisah berikut ini :
Nurhayati (19 tahun) dari Bekasi. Saat itu, ia mengikuti acara perpisahan sekolah di Villa Sukani Galih, Cisarua, Jawa Barat. Di areal Villa itu ada beberapa bangunan. Antara kamar tidur dan aula terpisah. Sedang kegiatannya dilaksanakan di aula yang jaraknya agak jauh dari kamar tidur.
Dalam acara itu, setiap siswa wajib memakai jas. Nah, karena jasnya ketinggalan di kamar, terpaksalah Nurhayati kembali ke kamar mengambil jas. Dari aula ke kamar tidur itu ia harus melewati satu pohon besar yang berada di tengah lapangan. Kondisinya waktu itu sedang capek sekali. Entah kenapa, tiba-tiba ia terjatuh di bawah pohon besar, dan setelah tidak sadarkan diri.
“Ketika saya terbangun, saya melihat kereta kuda yang dikendarai seorang Ratu. Ratu itu mengajak saya pergi bersamanya. Menurut teman saya, panitia acara sampai memanggil lima orang kuncen (paranormal) untuk menyadarkan saya. Tapi mereka tidak sanggup mengatasinya. Katanya, saya dirasuki jin bisu dan tuli. Namun entah kenapa, saya sadar sendiri ketika azan subuh berkumandang. Saya segera menyebut nama Allah,” cerita Nurhayati.
Rizky (17 tahun), dari Jakarta Selatan, juga pernah mengalami kesurupan di sekolah. ”Waktu itu, saya sedang bengong memandangi sebuah pohon. Seketika itu saya terkesima dengan seekor bajing. Setelah itu saya seperti tak sadarkan diri. Saya tidak bisa berbicara apa-apa, tetapi dalam kondisi itu, saya masih kenal teman saya. Pokoknya saya jadi malas sekali ngomong. Hanya diam dan bengong sampai saya tiba di rumah,” kenangnya.
Sesampai di rumah, ibunya bingung dengan perilaku Rizky dan mengiranya masuk angin. Setelah dikerok tidak ada perubahan, ibunya mulai sadar kalau Rizky kesurupan. Ibunya langsung memencet jempol kaki Rizky sampai berteriak kesakitan. Setelah itu sadarlah ia. Kata ibunya, orang yang ketumpangan setan harus dipencet jempol kakinya.
Kejadian serupa juga pernah dialami Fifi (17 tahun) dari Ciledug, Tangerang. Kata seorang ustadz yang ia tanya, faktor penyebabnya adalah bengong, pikiran kosong, dan waktu itu sedang haid. Awal kejadiannya, ia sedang bengong di halaman sekolahnya. Tiba-tiba ia mengaku melihat seekor monyet besar dan genderuwo di bekas pohon yang telah ditebang.
Seminggu setelah kejadian, ia sering merasakan hal-hal aneh. ”Saya sering merasa kepanasan jika mendengar suara azan. Biasanya, setelah mendengar azan, saya langsung teriak-teriak tidak sadarkan diri dan mencakar semua orang yang ada di sekitar saya. Termasuk orang tua saya,” katanya.
Pernah Fifi ke dokter untuk berobat. Tapi kata sang dokter, penyakitnya cuma panas biasa. Setelah itu baru ia pergi ke orang pintar. Itu pun tak langsung bisa disembuhkan. Kata orang pintar itu, setan yang memasuki raganya terlalu berat untuk dikeluarkan. ”Tetapi akhirnya setelah beberapa minggu menjalani peristiwa yang seperti itu, penyakit saya bisa sembuh juga,” tambahnya.
Dari pengalaman di atas bisa kita katakan bahwa bengong, terlalu capek, atau pikiran kosong adalah keadaan yang mengawali terjadinya kesurupan. Hasil kajian Tim Edukasia, baik terhadap literatur, pengalaman, dan wawancara, menyimpulkan kesurupan itu bisa dikatakan (sebagian besarnya) sebagai akibat, bukan sebab. Akibat dalam arti, efek dari keadaan pikiran atau fisik yang terlalu berlebihan (ekstrem). Berlebihan ini dilarang dalam agama. Kata “setan” sendiri, salah satu artinya, adalah berlebihan (ekstrem, terlalu di pinggir).
Kalau kita sedih, stress, gundah, menolak realitas, capek beraktivitas, bengong, dan lain-lain, semua itu biasa. Yang berbahaya adalah ketika sudah berlebihan (ekstrem) sampai membuat kita kehilangan kontrol-diri. Jika keadaan pikiran dan fisik yang terlalu berlebihan itu dialami oleh orang yang jiwanya masih labil, maka sangat mungkin reaksinya adalah disosiasi (kehilangan kesadaran), histeria, kesurupan atau masuknya energi negatif ke dalam dirinya.
Orang yang di sekitarnya pun rentan apabila pertahanan jiwanya lemah atau memiliki kondisi kejiwaan yang sama. Seperti kata Prof. Dr. Dadang Hawari, reaksi disosiasi bisa menimpa mereka yang jiwanya labil ditambah dengan kondisi jiwa yang tertekan. Reaksi ini akan menjadi massal karena sugesti, seperti orang yang sedang menyimak pidato seorang pembicara ulung yang dapat membuat kita bertepuk tangan bareng, tertawa, sedih, dan seterusnya.
Beberapa gejala yang bisa dijelaskan sebelum kesurupan terjadi, antara lain: kepala terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan terasa ringan, dan ngantuk. Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subyek, tapi setelah itu tak mampu mengendalikan dirinya. Mereka biasanya melakukan sesuatu di luar kendali dirinya dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan.
Ciri Remaja Berpotensi Kesurupan
- Orang yang merasa terlalu tertekan atau terlalu kosong jiwanya. Terlalu tertekan itu sama bahayanya dengan terlalu kosong (bengong) bagi pikiran manusia
- Terlalu tertekan fisiknya dan mentalnya sehingga terlalu capek
- Mereka yang pemalas dan kurang kreatif dalam menghadapi kenyataan hidup atau konflik sehingga mudah merasa menemui jalan buntu atau mudah merasa terkendala
- Mereka yang semangat hidupnya lemah, terlalu bergantung pada kekuatan eksternal di luar dirinya sehingga mudah dikontrol oleh kekuatan lain
- Mereka yang terlalu mudah cemas, khawatir, atau takut (pesimis) atau yang susah mengendalikan dan mengelola emosi negatif menjadi positif (reaktif)
- Mereka yang kurang latihan berpikir rasional dalam hidup (kurang berlandasan iman dan amal saleh).
Kalau melihat tanda tanda/gejala seperti tertulis diatas, segera lakukan tindakan pertolongan pertama sbb:
- Ajak beberapa orang dewasa yang berani dan kuat untuk menggotong dan membawa sipenderita ketempat yang aman dan nyaman, agar bisa ditidurkan dengan telentang di atas tempat tidur kalau di rumah, atau di rumput kalau di lapangan. Kalau siang hari, bawa keluar ruangan, justru di bawa ketempat yang terkena sorotan sinar matahari langsung ( jin takut sinar matahari langsung).
- Segera cari sejenis cairan yang bisa merangsang saraf penciuman di hidungnya seperti antara lain: Parfum Eau De Cologne, minyak wangi biasa yang agak keras baunya, minyak angin cap Elang, minyak angin cap Kapak, Balsem… dll. Segera oleskan di lubang hidungnya agar terhirup dan merangsang saraf penciumannya.
- Segera kompres kepala di bagian ubun-ubunnya dengan minyak wangi atau minyak angin, atau air es yang dingin untuk merangsang saraf kesadaran di otaknya.
- Segera lepaskan pakaian, sepatu, arloji, jaket dan sabuk atau jilbab yang membuat penderita sesak nafasnya, dalam batas tak melanggar etika kesopanan dan agama.
- Jauhkan penderita dari mereka yang iseng menonton yang membuat penderita tidak nyaman/gerah/kepanasan/sesak nafas.
- Panggil ahli kesehatan medis dan ahli kesehatan non medis/praktisi spiritual penyembuh yang berpengalaman, untuk mendeteksi apakah penderita pingsan karena kesurupan atau karena sakit ayan, atau sakit jiwa atau sakit lainnya/santet/guna guna.
- Hindari melakukan tindakan kekerasan kepada penderita yang meronta ronta dan melakukan perbuatan kasar/brutal, atasi sebaik mungkin.
- Setelah ahli medis dan non medis melakukan diagnose dan sepakat bahwa penderita memang hanya sekedar menderita kesurupan, bukan terkena santet, bukan ayan, bukan sakit jiwa, bukan sakit jantung dll, maka minta tolong pada orang yang ahli dan berpengalaman untuk melakukan tindakan penyembuhan lebih lanjut.
- Seorang yang memang sudah ahli dan berpengalaman menyembuhkan penyakit kesurupan, biasanya menggunakan metoda penyembuhan sesuai aliran ilmu pengobatan yang dikuasainya. Ada yang menggunakan enerji Illahiah, ada juga yang menggunakan enerji Jin baik/Jin Islam/Khodam/Arwah leluhur.
- Kalau penyembuh metoda enerji Illahiah, biasanya pasti akan memasukan metoda Rukyah/pembacaan ayat suci Al Quran secara terbuka dan jelas didengar banyak orang, dilengkapi berbagai media yang tak dilarang oleh agamanya.
- Kalau penyembuh metoda enerji jin/khodam/arwah leluhur, biasanya tak akan melakukan Rukyah pembacaan ayat suci Al Quran secara jelas dan terbuka, karena mereka biasanya mencampurnya dengan berbagai mantera/doa yang tidak ada dalam Al Quran.
- Saya pribadi melakukan penyembuhan dengan metoda Illahiah, pembacaan ayat suci Al Quran, dilengkapi dengan enerji kekuatan pikiran/gelombang elektromagnetik, dibantu media alami seperti air putih dan garam kalau ada.
Waktu yang rawan terkena kesurupan sebenarnya adalah pada saat setelah terbenam sinar matahari, karena jin jahat/setan adalah tergolong dalam KEJAHATAN BILAMANA MALAM TIBA.
Tapi kesurupan bisa juga terjadi pada siang hari dalam kasus kasus tertentu, seperti pada saat latihan militer di tempat yang dikenal angker seperti sekitar kuburan, hutan belantara, kebun Raya Bogor, Pos penjagaan Istana, di pinggir pantai, ataupun di Sekolah, Rumah, bahkan pemukiman penduduk, pasar, rumah sakit, yang latar belakang lokasi tanahnya mengandung enerji metafisik yang negative, bisa bekas kuburan, bisa bekas tempat ajang pembunuhan, bisa suka dilakukan perbuatan mesum dan terlarang secara tersembunyi, dan berbagai perilaku dan kebijakan pemilik dan penghuninya yang bertentangan dengan Kaidah Ketuhanan Yang Maha Esa, agama apapun yang dilanggar.
Mengenai berapa lama dan berapa kali penderita bisa terkena kesurupan?
Bisa sangat banyak variabelnya, ada yang hanya beberapa menit lalu sembuh total, ada yang beberapa jam baru sembuh total, ada yang bisa berulang kali kambuhnya, bisa juga sakitnya berbulan bulan, dimana antara sembuh dan terkena kesurupan sulit ketahuan oleh mata yang awam, karena jinnya mengikuti terus dan hanya melakukan penetrasi kalau suasananya memungkinkan bagi si jin itu.
Dimana tempatnya orang bisa terkena penyakit KESURUPAN?
Biasanya orang terkena kesurupan di tempat yang relative anker atau memang dikenal tempat pemukiman para mahluk halus misalnya : Pekuburan, Rumah yang sudah lama tak dihuni, Kebun Raya, Hutan Belantara, Pegunungan, Laut Kidul, Pohon Besar yang angker, Batu Besar yang angker, dll lagi.
Tapi pada beberapa kasus tertentu bisa terjadi di sekolah, di pemukiman penduduk yang ramai, di pasar, di tempat yang dianggap sacral. Bahkan dimana saja kapan saja sekarang ini orang bisa terkena kesurupan.
Bagaimana PROSES TERJADINYA KESURUPAN?
Sesuai dengan HUKUM ALAM THE LAW OF ATTRACTION, dan HUKUM SEGITIGA SEBAB AKIBAT, dimana semua penyakit, musibah kecelakaan, penderitaan sebenarnya ditarik oleh Pola Pikir dan Perilaku si penderita sendiri, maka sebenarnya PENYAKIT KESURUPAN, disebabkan oleh Pikiran Negatif dan Perilaku manusianya yang kurang taat kepada Kaidah Agamanya masing masing.
Secara alami gelombang elektromagnetik yang terpancar setiap saat selama 24 jam sehari semalam, dari milyaran selsaraf diotak manusia itu akan ditafsirkan sebagai UNDANGAN kepada energy sejenis yang negative dialam semesta, yaitu enerji jin dimanapun mereka berada…
Mereka si Jin ini merasa mendapat UNDANGAN dari ALAM PIKIRAN MANUSIA TERSEBUT, lalu datang dan secara halus maupun kasar, mengambil alih KENDALI DAN KONTROL ATAS SARAF OTONOM DAN MOTORIK MANUSIA YANG BERADA DALAM OTAK MANUSIA…
Kalau kita bisa berdialog dengan Jin tersebut dengan metoda tertentu, mereka alasannya selalun KLISE, ada yang katanya kasihan melihat simanusia yang sedang sedih, menderita bathin dll, ingin menolong dengan caranya sendiri, ada yang katanya iseng cuma mau mampir sejenak, ada yang katanya dikencingin oleh manusianya dirumahnya di batu atau pohon tertentu, atau merasa kediamannya terganggu diinjak injak oleh manusianya, ada juga mengaku arwah gentayangan yang matinya tak sempurna karena tertabrak mobil, minta disempurnakan, ada yang katanya arwah leluhur dari manusianya, hanya sekedar nengok keturunannya…tapi umumnya para jin tersebut tidak berniat betul betul mau membunuh si manusianya/penderita sakit, paling hanya memperingatkan, kasian dan butuh perhatian saja. Setelah dilakukan dialog dan terapy secukupnya, tanpa perlua kekerasan, mereka mau meninggalkan Otak sipenderita, sehingga Otak penderita sarafnya bekerja kembali secara normal.
Bagaimana cara belajar mengobati PENYAKIT KESURUPAN?
Cara belajarnya sebenarnya sangat sederhana, karena pada dasarnya, setiap manusia dikaruniai FITRAH kwalitas Jasmani dan Rochani/Enerji Kehidupan yang tertinggi dibandingkan seluruh mahluk Tuhan lainnya diatas Bumi ini.
Manusia dikaruniai Organ Tubuh yang bernama Otak yang memiliki KEKUATAN PIKIRAN YANG SANGAT DAHSYAT, tempat dimana ENERJI ILLAHIAH menempel di Lymbic Sistem, yang mengontrol semua SISTEM SARAF MOTORIK DAN SISTEM SARAF OTONOM, yang mampu mengontrol dan mengendalikan seluruh kerja Organ Tubuh manusia seperti JANTUNG, PARU PARU, HATI, GINJAL, PANKREAS, HORMON, PEREDARAN DARAH, SUSUNAN SARAF…
IKUTI…!!!
PELATIHAN SENI MENGOLAH KEKUATAN PIKIRAN & QOLBU
” QUANTUM MIND TECHNOLOGY“.
INFO LENGKAP KLIK DI SINI…
Otak manusia juga diberi kelengkapan kemampuan ANALISA, BERPIKIR, MERASAKAN, INTUISI, BELAJAR ILMU TUHAN, tidak seperti mahluk lainnya.
Manusia memiliki KWALITAS FISIK DAN MENTAL LEBIH UNGGUL DAN LEBIH KUAT DARI MAHLUK LAINNYA, TERMASUK JIN…
Karena itu sebenarnya Jin itu takut kepada mahluk manusia, kalau manusianya selalu MENJAGA KWALITAS FITRAHNYA, dengan cara SELALU TAAT KEPADA KAIDAH AGAMANYA MASING MASING, selalu Beriman dan Taqwa kepada Allah SWT…
Karena itu, mereka yang ingin belajar MENGOBATI PENYAKIT KESURUPAN, hanya tinggal MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN KEAPADA TUHAN YME DAN BELAJAR ILMU RUKYAH/BACA AYAT SUCI AL QURAN TERKAIT DENGAN KHUSU, PENUH KEYAKINAN DAN KETULUSAN….
Untuk mengobati penyakit kesurupan, tak perlu susah payah belajar ilmu TD Nur Illahi dll yang sangat lama dan berisiko tinggi, CUKUP KEMBALIKAN FITRAH DIRI ANDA SEBAGAI MANUSIA CIPTAAN TUHAN YANG PALING UNGGUL DAN BERKWALITAS DENGAN MELAKSANAKAN RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN DENGAN BAIK DAN BENAR, DITAMBAH BELAJAR ILMU RUKYAH …itu saja. Untuk mempelajari Panduan Terapi Ruqyah Secara Mandiri, silahkan baca di SINI..
Kalau mau belajar mengobati PENYAKIT TERKENA SANTET DAN GUNA GUNA, itu lain lagi, perlu perkuatan BERBAGAI ILMU TENAGA DALAM/BATIN dari seorang Guru yang baik dan benar. Kekuatan enerji Santet jauh lebih kuat dari hanya Kesurupan, karena ENERJI SANTET/GUNA GUNA ADALAH SINERJI/KERJASAMA ANTAR ENERJI JIN DAN ENERJI JAHAT MANUSIA YANG DAHSYAT…. kerjasama antara manusia jahat dan jin jahat menjiptakan sebuah KEKUATAN ENERJI SETAN YANG SANGAT BERBAHAYA, bisa membunuh baik sikorban ataupun mereka yang nekad mengobati tanpa kekuatan batin , lindunganTuhan dan ilmu yang memadai.
Bagaimana MENCEGAH TERKENA PENYAKIT KESURUPAN?
Agar kita tercegah terkena penyakit KESURUPAN, disamping selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dengan taat pada semua perintah dan menjauhi larangannya, kita harus perhatikan beberapa hla dibawah ini:
- Hindari kencing dan buang air besar sembarangan disebuah hutan atau semak belukar yang sepi, atau dibawah pohon dan batu besar, yang mungkin kediaman jin.
- Hindari kebiasaan pergi kekuburan untuk hanya meminta berkah dari arwah almarhum, tapi kalau mau justru kirimilah dengan doa.
- Hindari kebiasaan/budaya lama membakar kemenyan, memberikan sesajen kepada arwah leluhur, Danyang/penguasa jin setempat, baik dirumah, dipekarangan ataupun dipekuburan.
- Hindari bekerjasama dengan Jin Islam apapun, termasuk Khodam yang sering diperjual belikan.
- Jangan menyimpan dan memberikan sesajen pada benda pusaka seperti keris, golok, tombak, batu cincin dll baik di rumah maupun di kantor.
- Jangan memakai dan menyimpan cincin berbatu sakti yang diyakini berisi jin sakti seperti Keong Buntet, Rantai Babi, dll.
- Jangan menyimpan atau memakai isim /jimat bertuliskan Huruf Arab.
- Jangan suka bermain mengundangn jin/arwah seperti jalangkung Jalangse, dll.
- Jangan mau dijadikan media untuk menghadirkan arwah leluhur.
- Jangan mau diajak bekerjasama dengan jin apapun, termasuk jin Islam, haram hukumnya.
Manusia bisa terkena kesurupan karena kondisi fisik dan mentalnya yang lemah, Saraf di Otaknya lemah, stress, depresi, tekanan batin, pikiran negative, ceroboh, kwalitas Keimanan dan Ketaqwaannya rendah. Secara tak disadari, enerji negatif gelombang elektromagnetik yang terpancar dari Otaknya akan menarik enerji Setan ke Otaknya.
Mengapa PENYAKIT KESURUPAN BERBAHAYA?
Karena akan lebih merusak kondisi mental dan fisiknya. Fisik akan semakin lemah, bisa melakukan bunuh diri, sarafnya akan rusak dan bisa jadi gila….
Mengapa bekerjasama dengan jin Islam dilarang?
Karena memang hukumnya HARAM menurut Islam, karena akan bisa menggeser Keimanan dan ketaqwaan Kepda Tuhan YME dengan memberhalakan JIN/KHODAM yang kita ajak kerjasama. Bisa membawa sirik dan musrik.
Memang Nabi Sulaiman memiliki kemampuan memerintah Jin, tapi nabi Sulaiman memang diberikan Mukjizat oleh Allah untuk itu. Jadi tak akan kalah. Kalau manusia biasa, biasanya akan bergeser menjadi sirik.
Demikian tulisan ini dibuat berdasarkan berbagai referensi, terutama pengalaman sebagai PENYEMBUH SPIRITUAL SELAMA SEKITAR 40 TAHUN LEBIH…