Wakaf adalah salah satu dari jenis sedekah yang bertujuan untuk ibadah mendekatkan diri pada Allah. Wakaf termasuk ibadah yang dianjurkan oleh syariah dan menjadi salah satu jalan berbuat amal kebaikan dan mendapatkan pahala bagi yang beramal apabila dibarengi dengan niat yang baik dan tujuan yang benar.
DAFTAR ISI
- Pengertian Wakaf
- Dasar Hukum Dalil Wakaf
- Hukum Melaksanakan Wakaf
- Persyaratan Wakaf
- Rukun Tata Cara Wakaf
PENGERTIAN DAN DEFINISI WAKAF
Pengeretian wakaf dalam madzhab Syafi'i adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya tapi bendanya tetap dengan cara memanfaatkannya untuk kebaikan dengan niat ibadah pada Allah.
Teks bahasa Arab menurut Imam Nawawi dalam Tahdzibul Asma wal Lughat 4/194 sbb:
حبس مال يمكن الانتفاع به مع بقاء عينه بقطع التصرف في رقبته وتصرف منافعه إلى البر تقربا إلى الله تعالى
Dr. Muhammad Al-Ahmad Abu Al-Nur, mantan Menteri Wakaf Mesir Wakaf mendefinisikan wakaf sebagai harta atau tanah yang ditahan oleh pemiliknya sehingga dapat menghalang penggunaannya dengan dijual atau dibeli ataupun diberikan sebagai pemberian dengan syarat dibelanjakan faedahnya atau keuntungannya atau hasil kepada orang yang ditentukan oleh pewakaf (waqif).
DASAR HUKUM DAN DALIL WAKAF
Dalil-dalil yang menjadi dasar hukum atas boleh dan sunnahnya wakaf adalah sbb:
- QS Ali Imron 3:92
لن تَنَالُوا البرَّ حتى تنفِقُوا ممَّا تُحِبُّونَ
Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.
- Hadits sahih
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلاّ من ثلاثة : صدقة جارية ، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له
Artinya: Apabila seorang anak Adam mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga: sadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.
- Hadits sahih riwayat Bukhari
ما ترك رسول الله صلى الله عليه و سلم إلاّ بغلته البيضاء وسلاحه ، وأرضاً تركها صدقة
Artinya: Rasulullah (saat meninggal) tidak meninggalkan (apa-apa) kecuali keledai putih, senjata dan tanah yang disedekahkan.
- Hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (muttafaq alaih) dari Ibnu Umar
عن
ابن عمر رضي الله عنهما قال: أصاب عمر أرضا بخيبر فأتى النبي صلى الله
عليه وسلم يستأمر فيها فقال: يارسول الله أصبت أرضا بخيبر لم أصب مضالا قط
هو أنفس عندي منه فما تأمرني به. فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم, إن
شْئت حبست أصلها وتصدقت بها فتصدق بها عمر, أنها لاتباع ولاتوهب ولاتورث.
قال وتصدق بها فى الفقراء وفى القربى وفى الرقاب وفى سبيل الله وابن السبيل
والضيف لاجناح على من وليها أن يأكل منها بالمعروف ويطعم غير متمول
مالا(متفق عليه) واللفظ لمسلم وفي رواية للبخاري: تصدق بأصلها لايباع
ولايوهب ولكن ينفق ثمره
Artinya Dari Ibnu Umar RA. berkata, bahwa sahabat Umar RA memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian menghadap kepada Rasulullah untuk mohon petunjuk. Umar berkata: Ya Rasulullah! Saya mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, saya belum pernah mendapatkan harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku? Rasulullah bersabda: bila kau suka, kau tahan tanah itu dan engkau shodaqohkan. Kemudian Umar melakukan shodaqah, tidak dijual, tidak diwarisi dan tidak juga dihibahkan. Berkata Ibnu Umar: Umar menyedekahkan kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, budak belian, sabilillah, ibnu sabil dan tamu. Dan tidak dilarang bagi yang menguasai tanah wakaf itu (pengurusnya) makan dari hasilnya dengan cara yang baik dengan tidak bermaksud menumpuk harta” (Muttafaq ‘Alaih) susunan matan tersebut menurut riwayat Muslim. Dalam riwayat al-Bukhari: Beliau sedekahkan pokoknya, tidak dijual dan tidak dihibahkan, tetapi diinfakkan hasilnya.
HUKUM BER-WAKAF
Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa wakaf hukumnya boleh dan sunnah berdasarkan dalil Al-Quran dan hadits yang tersebut di atas. Baik dalil yang bersifat umum tentang anjuran bersedekah dan amal jariyah atau khusus terakait hadits tentang Umar bin Khatab yang mewakafkan tanahnya.
PERSYARATAN WAKAF
Syarat yang harus terpenuhi pada unsur-unsur penting dalam wakaf
1. Orang yang mewakafkan (waqif).
Syarat sahnya menjadi waqif adalah (a) akil baligh; (b) berakal sehat dan normal; (c) sukarela (tidak terpaksa dan tidak ada yang memaksa); (d) pemilik dari harta yang akan diwakafkan.
2. Harta atau benda yang diwakafkan (mauquf).
Syarat sahnya mauquf adalah (a) harus berupa harta yang berharga atau ada nilainya; (b) dapat dan boleh diambil manfaatnya (bukan barang haram seperti alkohol); (c) dimiliki oleh waqif saat melakukan wakaf; (d) diketahui keberadaan harta saat pelaksanaan wakaf.
Mauquf atau harta yang diwakafkan boleh dalam bentuk (a) harta tunai; (b) tanah atau harta tak bergerak lain; (c) saham; (d) segalam macam harta bergerak yang dapat diambil manfaatnya; (e) dapat dimanfaatkan secara terus menerus dalam arti tidak berupa benda yang mudah rusak seperti makanan; atau wakaf untuk anak dan kerabat dalam masalah wakaf keluarga.
3. Tujuan pemanfaatan harta wakaf (mauquf alaih)
Syarat mauquf alaih atau tujuan wakaf adalah (a) tidak untuk sesuatu yang diharamkan syariat; (b) mengandung tujuan yang tidak terputus seperti wakaf untuk tujuan kebaikan seperti Al-Quran, orang fakir miskin, memberi makan, dan lain-lain.
RUKUN TATA CARA WAKAF
Rukun yang harus ada saat transaksi wakaf berlangsung ada 4 (empat) yaitu:
1. Waqif atau orang yang mewakafkan.
2. Mauquf atau harta benda yang diwakafkan.
3. Mauquf alaih atau tujuan pemanfaatan harta wakaf.
4. Sighat atau lafadz atau kata terkait dengan harta dan tujuan wakaf.